Informasi Lagu
48
Nomor
Kode
NP 48
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Warren M. Angell
Pencipta Syair
tak dikenal
Cross Ref.
KJ 101, NR 38, MK 34, KK 161, KPPK 90
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Suara malak nan merdu, Nyaring di malam tenang; Langit bumi berpadu, Berkumandang berdendang: Glo...ria in excelsis Deo! Glo...ria in excelsis Deo!
Hai gembala apakah Kau nyanyikan tak henti? Warta apa kau trima Dari bala surgawi?
Marilah ke Betlehem, Lihat Bayi yang suci Dan sembah Raja Salam, Allah menjelma kini.
Di palungan pandanglah Anak Allah yang tunggal; Smua hati yang pasrah Diberi kasih kekal.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NP 48 1
Slide 2 — NP 48 2
Slide 3 — NP 48 3
Slide 4 — NP 48 4
Partitur / Not
Partitur Chord NP 48
Sejarah Lagu
Lagu **"Angels We Have Heard on High"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Malaikat di Surga"* atau *"Suara Malaikat nan Merdu"*) adalah salah satu lagu Natal paling ikonik yang memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan menarik.

Berikut adalah detail kisah di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Asal-Usul: Tradisi Rakyat Prancis
Lagu ini berasal dari sebuah kidung Natal tradisional Prancis yang berjudul **"Les Anges dans nos campagnes"** (Malaikat di Padang Rumput Kita). Tidak ada yang tahu pasti siapa pencipta lirik atau melodinya, namun lagu ini diyakini sudah ada sejak abad ke-18 di wilayah Languedoc, Prancis.

Pada masa itu, lagu ini populer sebagai nyanyian rakyat yang dinyanyikan saat musim Natal. Melodinya dikenal dengan sebutan *Gloria*, yang diambil dari refrain lagu tersebut.

### 2. Makna Lirik: Kabar Sukacita di Padang Efrata
Lirik lagu ini terinspirasi dari peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), yaitu kisah ketika para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di padang Efrata untuk mengabarkan kelahiran Yesus Kristus.

* **Bait lagu:** Menggambarkan bagaimana para malaikat menyanyikan puji-pujian yang bergema di seluruh pegunungan dan lembah.
* **Refrain (Gloria in excelsis Deo):** Ini adalah bagian yang paling terkenal. *Gloria in excelsis Deo* berarti "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi". Frasa Latin ini adalah nyanyian pujian yang menurut Alkitab dinyanyikan oleh bala tentara surga saat kelahiran Yesus.

### 3. Adaptasi ke Bahasa Inggris (James Chadwick)
Versi bahasa Inggris yang kita kenal sekarang diterjemahkan oleh **James Chadwick**, seorang uskup Katolik dari Hexham dan Newcastle, Inggris. Ia menerjemahkannya pada tahun 1862.

Chadwick mempertahankan semangat lagu aslinya namun memberikan sentuhan puitis yang indah dalam bahasa Inggris, sehingga lagu ini menjadi sangat populer di lingkungan gereja-gereja Anglikan dan kemudian menyebar luas ke seluruh dunia.

### 4. Peran Warren M. Angell
Mengenai nama **Warren M. Angell** yang Anda sebutkan, beliau bukanlah pencipta lagu aslinya, melainkan seorang musisi, komposer, dan akademisi musik asal Amerika Serikat yang sangat dihormati di abad ke-20.

* Warren M. Angell (1907-1995) menjabat sebagai dekan di *College of Fine Arts* di Oklahoma Baptist University selama bertahun-tahun.
* Ia sering membuat **aransemen (penggubahan musik)** untuk lagu-lagu gerejawi, termasuk "Angels We Have Heard on High".
* Karya-karya aransemennya banyak digunakan oleh paduan suara gereja di Amerika. Jadi, jika Anda menemukan nama Warren M. Angell di atas lembaran partitur lagu ini, itu berarti ia adalah orang yang menata musik (seperti menyusun harmoni paduan suara) agar lagu tersebut terdengar lebih megah saat dibawakan oleh *choir*.

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada dua alasan utama mengapa lagu ini bertahan ratusan tahun:

1. **Refrain yang "Megah":** Melodi pada bagian *"Glo-o-o-o-o-ria"* yang panjang dan meliuk-liuk (dikenal dalam musik sebagai *melisma*) memberikan kesan surgawi, seolah-olah kita sedang mendengar gema nyanyian malaikat yang memantul di perbukitan.
2. **Keseimbangan antara Tradisi dan Perayaan:** Lagu ini berhasil menggabungkan suasana yang khidmat (melalui penggunaan bahasa Latin pada refrain) dengan kegembiraan yang meluap-luap (pada bait lagu yang menceritakan kabar baik bagi para gembala).

### Kesimpulan
Jadi, "Angels We Have Heard on High" adalah perpaduan dari:
* **Melodi rakyat Prancis abad ke-18** (anonim).
* **Lirik bahasa Inggris oleh James Chadwick** (1862).
* **Aransemen musik** oleh para ahli seperti **Warren M. Angell** yang membantu lagu ini tetap relevan dan megah untuk dinyanyikan oleh paduan suara modern.

Lagu ini adalah pengingat akan pesan Natal yang abadi: kabar damai di bumi bagi manusia yang berkenan kepada-Nya.