NKB
T'lah Terdengar di Golgota
From Calvary a Cry Was Heard
Informasi Lagu
82
Nomor
Kode
NKB 82
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Henry K. Oliver
Pencipta Syair
Cunningham
Penerjemah
F. Suleeman
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
T’lah terdengar di Golgota rintihan lirih dan pedih.
Yesus disalib, didera, menanggung siksa yang keji.
Awan gelap pun turunlah di atas Yesus, Penebus.
Dan musuh-musuh mencerca, mengejek Putra yang kudus.
Cambuk dan tajuk yang kejam harus ditanggung olehNya.
Namun derita terseram saat ditinggal BapaNya.
Wahai dunia, soraklah! Angkat lagumu yang megah!
Yesus t’lah mati disesah, menghapus dosa manusia.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"T’lah Terdengar di Golgota"** (dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul asli ***"From Calvary a Cry Was Heard"***) adalah salah satu himne yang sangat menyentuh mengenai penderitaan Yesus Kristus di kayu salib.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William Cunningham
Lirik lagu ini ditulis oleh **William Cunningham** (1785–1861). Cunningham bukanlah seorang pemusik profesional, melainkan seorang sarjana dan teolog asal Skotlandia yang dikenal karena dedikasinya pada iman Kristen.
Kisah di balik penulisan lirik ini berakar pada **perenungan mendalam mengenai peristiwa penyaliban**. Cunningham ingin menggambarkan momen krusial saat Yesus berseru di kayu salib. Liriknya dibuat untuk menekankan dua hal: **penderitaan fisik yang amat sangat** dan **tujuan ilahi di balik pengorbanan tersebut** bagi keselamatan umat manusia.
### 2. Komposer Musik: Henry K. Oliver
Melodi yang paling dikenal untuk lirik ini diciptakan oleh **Henry K. Oliver** (1800–1885). Menariknya, Oliver bukanlah seorang musisi penuh waktu, melainkan seorang politikus dan pejabat pemerintah di Massachusetts, Amerika Serikat. Ia pernah menjabat sebagai *Treasurer and Receiver-General of Massachusetts*.
Meskipun karier utamanya di bidang pemerintahan, Oliver adalah seorang musisi otodidak yang sangat berbakat dan memiliki kecintaan besar pada musik gerejawi. Ia menggubah lagu ini dengan nuansa yang khidmat, tenang, namun memiliki kedalaman emosional yang kuat. Judul lagu/melodi yang ia buat sering kali diberi nama **"Federal Street"**, yang diambil dari nama jalan tempat ia tinggal saat menggubah melodi tersebut.
### 3. Makna di Balik Lagu
Secara teologis, lagu ini mengajak jemaat untuk "mendengar" seruan Yesus di Golgota. Ada beberapa poin penting dalam pesan lagu ini:
* **Penderitaan yang Nyata:** Liriknya membawa pendengar untuk tidak hanya melihat penyaliban sebagai peristiwa sejarah, tetapi merasakannya sebagai sebuah jeritan kesakitan nyata dari Sang Juruselamat.
* **Kasih yang Tak Terbatas:** Lagu ini menekankan bahwa jeritan itu bukan tanda kekalahan, melainkan tanda cinta yang tak terhingga. Meskipun Yesus mengalami penderitaan yang luar biasa, Ia tetap menjalankan misi keselamatan bagi dunia.
* **Refleksi Diri:** Lagu ini biasanya dinyanyikan pada saat Jumat Agung atau Perjamuan Kudus. Tujuannya adalah untuk membawa pendengar merenungkan dosa-dosa mereka sendiri yang menyebabkan Yesus harus berada di kayu salib tersebut.
### 4. Relevansi dalam Ibadah
Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam Bahasa Indonesia. Di Indonesia, lagu ini menjadi favorit di gereja-gereja karena melodinya yang melankolis namun megah. Penggabungan antara lirik Cunningham yang puitis dan melodi "Federal Street" karya Oliver menciptakan atmosfer yang sangat meditatif, yang memaksa setiap orang yang menyanyikannya untuk berhenti sejenak dan memusatkan pikiran pada pengorbanan Yesus.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara **intelektualitas teologis** (Cunningham) dan **kepekaan seni seorang awam yang mencintai Tuhan** (Oliver). Keduanya berhasil menciptakan sebuah mahakarya yang tidak lekang oleh waktu, yang berfungsi sebagai jembatan bagi orang percaya untuk berempati dengan penderitaan Kristus di Golgota.
Jika Anda mendengarkan melodi "Federal Street" ini, perhatikan bagaimana nadanya yang lambat seolah menggambarkan langkah kaki Yesus menuju Bukit Golgota, yang kemudian memuncak pada sebuah perenungan akan kasih-Nya yang agung.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William Cunningham
Lirik lagu ini ditulis oleh **William Cunningham** (1785–1861). Cunningham bukanlah seorang pemusik profesional, melainkan seorang sarjana dan teolog asal Skotlandia yang dikenal karena dedikasinya pada iman Kristen.
Kisah di balik penulisan lirik ini berakar pada **perenungan mendalam mengenai peristiwa penyaliban**. Cunningham ingin menggambarkan momen krusial saat Yesus berseru di kayu salib. Liriknya dibuat untuk menekankan dua hal: **penderitaan fisik yang amat sangat** dan **tujuan ilahi di balik pengorbanan tersebut** bagi keselamatan umat manusia.
### 2. Komposer Musik: Henry K. Oliver
Melodi yang paling dikenal untuk lirik ini diciptakan oleh **Henry K. Oliver** (1800–1885). Menariknya, Oliver bukanlah seorang musisi penuh waktu, melainkan seorang politikus dan pejabat pemerintah di Massachusetts, Amerika Serikat. Ia pernah menjabat sebagai *Treasurer and Receiver-General of Massachusetts*.
Meskipun karier utamanya di bidang pemerintahan, Oliver adalah seorang musisi otodidak yang sangat berbakat dan memiliki kecintaan besar pada musik gerejawi. Ia menggubah lagu ini dengan nuansa yang khidmat, tenang, namun memiliki kedalaman emosional yang kuat. Judul lagu/melodi yang ia buat sering kali diberi nama **"Federal Street"**, yang diambil dari nama jalan tempat ia tinggal saat menggubah melodi tersebut.
### 3. Makna di Balik Lagu
Secara teologis, lagu ini mengajak jemaat untuk "mendengar" seruan Yesus di Golgota. Ada beberapa poin penting dalam pesan lagu ini:
* **Penderitaan yang Nyata:** Liriknya membawa pendengar untuk tidak hanya melihat penyaliban sebagai peristiwa sejarah, tetapi merasakannya sebagai sebuah jeritan kesakitan nyata dari Sang Juruselamat.
* **Kasih yang Tak Terbatas:** Lagu ini menekankan bahwa jeritan itu bukan tanda kekalahan, melainkan tanda cinta yang tak terhingga. Meskipun Yesus mengalami penderitaan yang luar biasa, Ia tetap menjalankan misi keselamatan bagi dunia.
* **Refleksi Diri:** Lagu ini biasanya dinyanyikan pada saat Jumat Agung atau Perjamuan Kudus. Tujuannya adalah untuk membawa pendengar merenungkan dosa-dosa mereka sendiri yang menyebabkan Yesus harus berada di kayu salib tersebut.
### 4. Relevansi dalam Ibadah
Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam Bahasa Indonesia. Di Indonesia, lagu ini menjadi favorit di gereja-gereja karena melodinya yang melankolis namun megah. Penggabungan antara lirik Cunningham yang puitis dan melodi "Federal Street" karya Oliver menciptakan atmosfer yang sangat meditatif, yang memaksa setiap orang yang menyanyikannya untuk berhenti sejenak dan memusatkan pikiran pada pengorbanan Yesus.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara **intelektualitas teologis** (Cunningham) dan **kepekaan seni seorang awam yang mencintai Tuhan** (Oliver). Keduanya berhasil menciptakan sebuah mahakarya yang tidak lekang oleh waktu, yang berfungsi sebagai jembatan bagi orang percaya untuk berempati dengan penderitaan Kristus di Golgota.
Jika Anda mendengarkan melodi "Federal Street" ini, perhatikan bagaimana nadanya yang lambat seolah menggambarkan langkah kaki Yesus menuju Bukit Golgota, yang kemudian memuncak pada sebuah perenungan akan kasih-Nya yang agung.