NKB
Angkat Hatimu, Pandanglah
Jesu! Redemptor omnium
Informasi Lagu
64
Nomor
Kode
NKB 64
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Tradisional gerejawi
Pencipta Syair
Martin Luther
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Angkat hatimu, pandanglah dalam palungan yang rendah
Bayi yang mungil dan kudus, NamaNya Kristus Penebus!
Hati bersyukur, bergemar, madah dan mazmur terdengar.
Aku memuji bersenang, Sang Bayi yang tetap tenang.
Hormat dan puji bagiNya yang t’lah mengutus PutraNya,
para malaikat menembang, membuat hati pun senang.
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Angkat Hatimu, Pandanglah"** (atau dalam bahasa Latin aslinya berjudul ***Jesu! Redemptor Omnium***) adalah sebuah perjalanan sejarah yang melibatkan transisi teologis dari tradisi abad pertengahan menuju semangat Reformasi.
Untuk memahami lagu ini, kita harus melihat dua sisi: akar tradisi Latinnya dan bagaimana Martin Luther (atau tradisi Lutheran) mengadaptasinya.
### 1. Akar Sejarah: *Jesu! Redemptor Omnium*
Lagu ini aslinya adalah sebuah himne Latin dari abad ke-4 atau ke-5 (era awal Gereja). Dalam tradisi Katolik Roma, himne ini merupakan bagian dari *Liturgi Jam* (Ibadat Harian) untuk perayaan **Kelahiran Tuhan (Natal)**.
* **Makna Teologis:** Lirik aslinya berfokus pada misteri Inkarnasi—bagaimana Allah yang kekal menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus untuk menebus umat manusia.
* **Penulis:** Meskipun sering dikaitkan dengan banyak tokoh, penulis aslinya tidak diketahui secara pasti (anonim). Namun, dalam tradisi Barat, lagu ini sangat melekat pada masa perayaan Natal.
### 2. Hubungan dengan Martin Luther
Penting untuk dicatat bahwa Martin Luther bukan penulis asli lagu ini, melainkan salah satu tokoh yang **"mereformasi" penggunaannya**.
Selama masa Reformasi Protestan (abad ke-16), Luther ingin agar jemaat awam dapat berpartisipasi dalam ibadah menggunakan bahasa mereka sendiri (bahasa Jerman pada saat itu). Luther mengambil melodi-melodi Gregorian yang indah dan kuno, lalu mengubah liriknya agar selaras dengan teologi Injili yang ia ajarkan.
* **Tujuan Luther:** Luther percaya bahwa musik adalah alat pengajaran yang kuat. Ia mengambil *Jesu! Redemptor Omnium* (yang sudah dikenal luas oleh rakyat) dan mengubahnya atau menginspirasi munculnya versi vernakular.
* **Pergeseran Fokus:** Dalam versi reformasi, penekanannya bergeser dari sekadar mistisisme Inkarnasi menjadi seruan kepada jemaat untuk **"mengangkat hati"** dan menyambut Kristus yang datang sebagai Juruselamat yang hidup.
### 3. Makna "Angkat Hatimu, Pandanglah"
Dalam versi bahasa Indonesia yang sering dinyanyikan di gereja-gereja (seperti dalam buku *Kidung Jemaat* atau *Nyanyikanlah Kidung Baru*), lagu ini mengalami adaptasi budaya yang kuat:
* **"Angkat Hatimu":** Ini adalah ajakan liturgis (*Sursum Corda*). Dalam tradisi gereja, sebelum memasuki inti perjamuan atau perayaan, jemaat diajak untuk mengalihkan pandangan dari duniawi ke surgawi.
* **"Pandanglah":** Ini adalah ajakan untuk melakukan kontemplasi (perenungan mendalam) terhadap kasih Tuhan. Jika pada masa Natal kita memandang bayi di palungan, lagu ini mengajak kita memandang Yesus sebagai "Penebus segala bangsa" (*Redemptor Omnium*).
* **Tema Utama:** Kesetiaan Tuhan, penebusan dosa, dan sukacita akan kehadiran Allah di tengah umat-Nya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Lagu ini menjadi jembatan antara **masa lalu dan masa kini** karena:
1. **Melodi yang Abadi:** Melodi dari *Jesu! Redemptor Omnium* memiliki karakter yang tenang, agung, dan kontemplatif. Melodi ini sering dikategorikan sebagai *plainchant* (nyanyian polos) yang membawa suasana sakral.
2. **Universalitas:** Lagu ini melintasi batas denominasi. Karena akarnya adalah tradisi gereja kuno, baik Katolik maupun Protestan (khususnya Lutheran) tetap menghargai lagu ini sebagai bentuk pujian yang fokus pada Kristus sebagai pusat iman.
### Kesimpulan
Secara singkat, kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"harta karun kuno"**. Lagu ini lahir dari kerinduan umat Kristen abad awal untuk merayakan kelahiran Kristus, kemudian diselamatkan dan diperbaharui oleh semangat Reformasi Martin Luther agar tetap relevan di lidah jemaat.
Saat kita menyanyikannya, kita sebenarnya sedang menyambung napas doa yang telah dipanjatkan oleh jutaan orang Kristen selama lebih dari 1.500 tahun—sebuah ajakan untuk melepaskan beban duniawi dan mengarahkan pandangan sepenuhnya kepada Sang Penebus.
Untuk memahami lagu ini, kita harus melihat dua sisi: akar tradisi Latinnya dan bagaimana Martin Luther (atau tradisi Lutheran) mengadaptasinya.
### 1. Akar Sejarah: *Jesu! Redemptor Omnium*
Lagu ini aslinya adalah sebuah himne Latin dari abad ke-4 atau ke-5 (era awal Gereja). Dalam tradisi Katolik Roma, himne ini merupakan bagian dari *Liturgi Jam* (Ibadat Harian) untuk perayaan **Kelahiran Tuhan (Natal)**.
* **Makna Teologis:** Lirik aslinya berfokus pada misteri Inkarnasi—bagaimana Allah yang kekal menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus untuk menebus umat manusia.
* **Penulis:** Meskipun sering dikaitkan dengan banyak tokoh, penulis aslinya tidak diketahui secara pasti (anonim). Namun, dalam tradisi Barat, lagu ini sangat melekat pada masa perayaan Natal.
### 2. Hubungan dengan Martin Luther
Penting untuk dicatat bahwa Martin Luther bukan penulis asli lagu ini, melainkan salah satu tokoh yang **"mereformasi" penggunaannya**.
Selama masa Reformasi Protestan (abad ke-16), Luther ingin agar jemaat awam dapat berpartisipasi dalam ibadah menggunakan bahasa mereka sendiri (bahasa Jerman pada saat itu). Luther mengambil melodi-melodi Gregorian yang indah dan kuno, lalu mengubah liriknya agar selaras dengan teologi Injili yang ia ajarkan.
* **Tujuan Luther:** Luther percaya bahwa musik adalah alat pengajaran yang kuat. Ia mengambil *Jesu! Redemptor Omnium* (yang sudah dikenal luas oleh rakyat) dan mengubahnya atau menginspirasi munculnya versi vernakular.
* **Pergeseran Fokus:** Dalam versi reformasi, penekanannya bergeser dari sekadar mistisisme Inkarnasi menjadi seruan kepada jemaat untuk **"mengangkat hati"** dan menyambut Kristus yang datang sebagai Juruselamat yang hidup.
### 3. Makna "Angkat Hatimu, Pandanglah"
Dalam versi bahasa Indonesia yang sering dinyanyikan di gereja-gereja (seperti dalam buku *Kidung Jemaat* atau *Nyanyikanlah Kidung Baru*), lagu ini mengalami adaptasi budaya yang kuat:
* **"Angkat Hatimu":** Ini adalah ajakan liturgis (*Sursum Corda*). Dalam tradisi gereja, sebelum memasuki inti perjamuan atau perayaan, jemaat diajak untuk mengalihkan pandangan dari duniawi ke surgawi.
* **"Pandanglah":** Ini adalah ajakan untuk melakukan kontemplasi (perenungan mendalam) terhadap kasih Tuhan. Jika pada masa Natal kita memandang bayi di palungan, lagu ini mengajak kita memandang Yesus sebagai "Penebus segala bangsa" (*Redemptor Omnium*).
* **Tema Utama:** Kesetiaan Tuhan, penebusan dosa, dan sukacita akan kehadiran Allah di tengah umat-Nya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Lagu ini menjadi jembatan antara **masa lalu dan masa kini** karena:
1. **Melodi yang Abadi:** Melodi dari *Jesu! Redemptor Omnium* memiliki karakter yang tenang, agung, dan kontemplatif. Melodi ini sering dikategorikan sebagai *plainchant* (nyanyian polos) yang membawa suasana sakral.
2. **Universalitas:** Lagu ini melintasi batas denominasi. Karena akarnya adalah tradisi gereja kuno, baik Katolik maupun Protestan (khususnya Lutheran) tetap menghargai lagu ini sebagai bentuk pujian yang fokus pada Kristus sebagai pusat iman.
### Kesimpulan
Secara singkat, kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"harta karun kuno"**. Lagu ini lahir dari kerinduan umat Kristen abad awal untuk merayakan kelahiran Kristus, kemudian diselamatkan dan diperbaharui oleh semangat Reformasi Martin Luther agar tetap relevan di lidah jemaat.
Saat kita menyanyikannya, kita sebenarnya sedang menyambung napas doa yang telah dipanjatkan oleh jutaan orang Kristen selama lebih dari 1.500 tahun—sebuah ajakan untuk melepaskan beban duniawi dan mengarahkan pandangan sepenuhnya kepada Sang Penebus.
Sama Tema
Kelahiran Yesus Kristus / Natal
T'lah Turun Ke Dunia
NKB
Siapakah Yang T'rus Berjalan
NKB
Bintang-Bintang Cemerlang
NKB
Di Langit Berkilauan Bintang
NKB
Di Malam G'lap, Sunyi Senyap
NKB
Gerangan Bayi Apakah?
NKB
Ada Lagu Sedap!
NKB
Gembala yang Ada di Padang
NKB
Mari, Gembala, Ke Kandang
NKB
Besar Kasih Allah
NKB
Di Dalam Palungan
NKB
Pada Hari Natal
NKB