Informasi Lagu
22
Nomor
Kode
NKB 22
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
William H. Doane
Pencipta Syair
Fanny J. Crosby
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
GB 45, NP 147
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Walau dosamu merah akan putih dan bersih; Walau dosamu merah akan putih dan bersih. Walaupun merah bak kirmizi, ‘kan putih bersih. Walau dosamu merah, walau dosamu merah; akan putih dan bersih, akan putih dan bersih.
Dengar suara menghimbau: “Hai, kembali padaKu”; Dengar suara menghimbau: “Hai, kembali padaKu”; Sangat besar kasih-sayangNya, agung dan ajaib Dengar suara menghimbau, dengar suara menghimbau: “Hai, kembali padaKu; Hai, kembali padaKu”.
Tuhan mau mengampuni, melupakan dosamu; Tuhan mau mengampuni, melupakan dosamu; “Pandanglah Aku, wahai umat!”, sabda Tuhanmu. Tuhan mau mengampuni, Tuhan mau mengampuni, melupakan dosamu, melupakan dosamu.
Slide Lirik 9 slide
Slide 1 — NKB 22 1
Slide 2 — NKB 22 2
Slide 3 — NKB 22 3
Slide 4 — NKB 22 4
Slide 5 — NKB 22 5
Slide 6 — NKB 22 6
Slide 7 — NKB 22 7
Slide 8 — NKB 22 8
Slide 9 — NKB 22 9
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 22
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Walau Dosamu Merah"** (*Though Your Sins Be as Scarlet*) adalah perpaduan antara kejeniusan musikal William Howard Doane dan ketajaman spiritual Fanny J. Crosby. Lagu ini ditulis pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1887.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di baliknya:

### 1. Kolaborasi Dua Tokoh Besar
Lagu ini lahir dari kolaborasi antara dua tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah musik gerejawi:
* **Fanny J. Crosby:** Penulis lirik legendaris yang mengalami kebutaan sejak bayi. Ia dikenal sebagai "Ratu Penulis Lagu Rohani" karena telah menulis lebih dari 8.000 lirik lagu.
* **William Howard Doane:** Seorang komposer dan pengusaha sukses yang sering bekerja sama dengan Crosby. Doane adalah orang yang sering memberikan melodi terlebih dahulu, kemudian Crosby akan menulis lirik yang disesuaikan dengan nada tersebut.

### 2. Inspirasi Alkitabiah (Inti Lagu)
Kekuatan lagu ini terletak pada dasarnya yang langsung diambil dari kitab suci, yaitu **Yesaya 1:18**:
> *"Marilah, baiklah kita perkara! firman TUHAN. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."*

Fanny Crosby, yang menghafal ribuan ayat Alkitab sejak kecil, menggunakan ayat ini sebagai pesan utama lagu tersebut. Ia ingin menyampaikan pesan harapan bahwa tidak ada dosa yang terlalu berat bagi pengampunan Tuhan.

### 3. Proses Penulisan
Menurut catatan sejarah musik gereja, William Doane sedang berada di rumahnya ketika ia mendapatkan inspirasi melodi yang lembut namun penuh penekanan. Ia mengirimkan melodi tersebut kepada Fanny Crosby.

Fanny, dengan kemampuannya "melihat" melalui mata batin dan imannya, segera merespons pesan musik tersebut. Bagi Fanny, lagu ini bukan sekadar komposisi, tetapi sebuah **undangan pribadi dari Tuhan**. Ia ingin pendengar merasakan bahwa Tuhan sedang berbicara langsung kepada mereka secara personal.

### 4. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini dirancang sebagai dialog antara Tuhan dan manusia:
* **Undangan:** "Marilah, mari kita perkara," adalah panggilan Tuhan kepada manusia yang merasa terbebani oleh kesalahan mereka.
* **Janji:** Penggunaan metafora "merah seperti kirmizi" menjadi "putih seperti salju" adalah kontras yang sangat kuat bagi audiens masa itu, yang menggambarkan betapa radikalnya perubahan yang Tuhan lakukan terhadap hidup seseorang yang bertobat.
* **Respon:** Lagu ini bukan hanya tentang pengampunan, tetapi tentang kasih yang tidak menyerah. Tuhan digambarkan sebagai pribadi yang terus memanggil (seperti dalam bait, *"Hear the voice that entreats you to come"*) hingga orang tersebut mau datang.

### 5. Dampak Lagu
"Walau Dosamu Merah" menjadi sangat populer karena kesederhanaan liriknya namun mendalam secara teologis. Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani (revival) pada era tersebut untuk memanggil orang-orang agar menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan.

Bagi banyak orang, lagu ini menjadi "jangkar" saat mereka merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Karena liriknya yang sangat berfokus pada kasih karunia, lagu ini tetap relevan dan masih dinyanyikan di banyak gereja di seluruh dunia hingga hari ini.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah bukti bahwa keterbatasan fisik Fanny Crosby (buta) tidak menghalanginya untuk melihat kedalaman kasih Tuhan. Bersama Doane, ia menciptakan sebuah "pesan berjalan" yang mengingatkan setiap orang bahwa **pengampunan Tuhan jauh lebih besar daripada noda dosa manusia.**

Di Indonesia, lagu ini juga menjadi salah satu lagu pujian klasik yang diterjemahkan dengan sangat baik, sehingga pesan utamanya tetap tersampaikan dengan emosional bagi jemaat yang melantunkannya.